Bismillaahirrohmaanirrohiim,
Dengan mengharap Ridho Alloh Sub-ha nahu wata ’ala, hadirilah! "DAUROH ILMIAH ISLAMIAH"
Pembicara : As-Syaikh Abu Abdirrohman Abdulloh bin Ahmad bin Hasan Al-Iryani hafizhahullohu ta’ala
(Beliau adalah salah seorang ulama/syaikh utusan dari Markiz Dakwah Salafiyyah di Darul Hadits di Dammaj Yaman, murid Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rohimahulloh dan Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajuri hafizhahulloh) |
|
Tanya: “Mohon dijelaskan, benarkah kita dianjurkan untuk menghidupkan atau membiasakan menunaikan sholat-sholat sunnah di rumah kita? Adakah dalilnya, dan apa hikmahnya ? Barokallohu fiikum. |
بسم الله الرحمن الرحيم
إن الحمد لله نستعينه ونستغفره وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم تسليما كثيرا أما بعد:
Di dalam bulan Dzulhijjah terdapat hari-hari penting yang terkait dengan syari’at Islam. Selain tiga ibadah yang agung yaitu haji, sholat ‘ied dan penyembelihan kurban, masih ada permasalahan-permasalahan fiqh lain yang terkait dengannya. Beberapa diantaranya –dengan memohon pertolongan Alloh- akan kita singgung dalam tulisan ini. |
|
 Alhamdulillah 'a-la kulli hal, saat ini siaran langsung dari Masjidil Haramain, yakni di kota Makkah dan Madinah yang berada di negara Saudi Arabia dapat anda nikmati di website kami dengan memilih salah satu link dari mesjid yang ada pada Top Menu di atas , pastikan komputer anda sudah terpasang flash player .. Semoga bermanfaat bagi kaum Muslimin di dunia maya. |
|
Termasuk dari musibah yang menimpa kaum muslimin di zaman sekarang ini adalah di masukkannya aqidah rusak yang di ambil orang-orang kafir, melalui berbagai cara untuk membuat generasi kaum muslimin ragu dari perkara yang jelas dari agama mereka. Dan salah satu dari pemikiran rusak tersebut adalah tentang tetapnya (diam) matahari dan berputarnya bumi yang di ambil dari pendapat orang-orang kafir. |
|
 Memang tidak dipungkiri bahwa terkadang penyair berlebih-lebihan dalam memuji dan Syaikh Yahya-pun (hafizhahullohu ta'a-la) sudah berkali-kali menegur serta mengingatkan bahwa beliau tidak suka itu semua, termasuk bait syair yang satu ini. Dan setelah pembuat syair ini diberi tahu tentang makna batil yang terkandung dalamnya, maka diapun segera bertaubat kepada Allah dan menyatakan ruju’nya sebagaimana pernyataannya sendiri .. |
|
 Dan tidaklah apa yang ada pada kebanyakan manusia selain dari undang-undang yang mereka ambil dari sekelompok orang yang mereka agungkan, kemudian hanya karena mengedepankan sikap baik sangka kepada para tokoh tersebut mereka lantas membatasi diri hanya pada ucapan para tokoh itu, hingga ucapan-ucapan itu menjadi penghalang (dari mengikuti Al-Haq). - Ibnul Qoyyim rohimahulloh- |
|
|
jika melihat langsung kondisi hari-hari itu dan masih punya hati, seharusnya kalian menangis karena pemboikotan atas kaum muslim di Dammaj. Keluarga-keluarga banyak yang tidak punya beras dan tepung, tiada bahan bakar, orang-orang yang sakit pasrah saja karena obat-obatan di apotik-apotik amat langka. Orang-orang yang luka harus berjuang menahan sakit karena obat anti nyeri amat langka, dan masih kondisi hidup mati yang amat memprihatinkan yang andaikata bukan karena kelembutan Alloh dan rohmat-Nya pasti kami telah binasa karena lapar, belum lagi dahsyatnya mortir dan badai peluru rofidhoh. |
|
| |
Permata Salaf ..
|
Wahai saudaraku, jika engkau menerima sesuatu dari manusia maka engkaupun memotong lisanmu (tidak berani bicara di saat wajib menegur mereka). Dan engkau memuliakan sebagian orang kemudian merendahkan sebagian yang lain, padahal ada balasan yang akan menimpamu di hari kiamat. Maka harta yang diberikan oleh seseorang kepadamu hakikatnya adalah kotoran dia, dan tafsir dari kotoran dia adalah pembersihan amalannya dari dosa-dosa. Jika engkau menerima sesuatu dari manusia, maka saat mereka mengajakmu kepada kemungkaran engkaupun menyambutnya. Sehingga, sungguh orang yang memakan kotoran manusia bagaikan orang yang memiliki sekutu-sekutu dalam suatu perkara yang mau tidak mau dia akan menjadi bagian dari mereka. (kitab Mawa’izh Lil Imam Sufyan Ats-Tsaury, hal. 82-84)
|
|
|