Imam Jin & Manusia (Tsaqolain) Cetak kirim sebagai e-Mail
Ditulis Oleh Web Admin   
Cek Dulu Kebenarannya ?Memang tidak dipungkiri bahwa terkadang penyair berlebih-lebihan dalam memuji dan Syaikh Yahya-pun (hafizhahullohu ta'a-la) sudah berkali-kali menegur serta mengingatkan bahwa beliau tidak suka itu semua, termasuk bait syair yang satu ini. Dan setelah pembuat syair ini diberi tahu tentang makna batil yang terkandung dalamnya, maka diapun segera bertaubat kepada Allah dan menyatakan ruju’nya sebagaimana pernyataannya sendiri ..

 

PERNYATAAN TOBAT

SANG PENULIS SYAIR DI DAMMAJ YANG MEMBERI GELAR “IMAM TSAQOLAIN” (JIN DAN MANUSIA) UNTUK SYAIKH YAHYA (hafizhahullohu ta'a-la)

Bahwa penyair tersebut telah menyatakan rujuk tobat. Sebagaimana disebutkan pada buku kecil risalah ringkas karya Abu Arqom Muslih Al-Jawi. Berkata penulis di hal 50-54, "Syaikh Yahya diagungkan dan disucikan oleh murid-muridnya bahwa jika jasadnya meleleh, dagingnya akan menjadi sunnah Rasul dan sisa tubuhnya yang lain akan menjadi ayat-ayat al-Quran."


Memang tidak dipungkiri bahwa terkadang penyair berlebih-lebihan dalam memuji Syaikh Yahya dan Syaikh Yahya-pun sudah berkali-kali menegur serta mengingatkan bahwa beliau tidak suka itu semua, termasuk bait syair yang satu ini. Dan setelah pembuat syair ini diberi tahu tentang makna batil yang terkandung dalamnya, maka diapun segera bertaubat kepada Allah dan menyatakan ruju’nya sebagaimana pernyataannya sendiri :

“Sebenarnya aku hanyalah memaksudkan dengan bait syair tadi untuk menggambarkan kerasnya Syaikh Yahya dalam memegang teguh al-kitab dan as-sunnah dan kebencian beliau terhadap orang yang menyelisihi al-kitab dan as-sunnah."

Dan yang demikian itu di dalam bab Sabda Nabi tentang Salman:

“Dia (Salman) itu pernah dengan keimanan hingga ke ujung tulang rawannya.”

Dan tidaklah aku mengingatkan hal itu untuk ghuluw (berlebih-lebihan/ekstrim) kepada Syaikh. Dan tidaklah aku memaksudkan bahwasanya beliau menjadi Qur’an. Na’udzu billahi min dzalik.”

“Dan dengan mempertimbangkan bahwasanya bait syair tadi telah menyebabkan makna yang salah dan telah dimanfaatkan oleh sebagian orang-orang yang terfitnah untuk mencerca Dammaj dan mencerca Syaikh Yahya, maka aku menyatakan ruju’ darinya dan aku mohon ampunan kepada Allah dan bertobat kepadaNya.”


Ditulis oleh:

Abu Muslim Ahmad bin Muhammad Ibnul Husain az-Zakari al Hajuri, Darul Hadits di Dammaj 2 Robiuts Tsani 1430 H.

 

 

Demikianlah seharusnya seorang sunni salafi berani mengakui kesalahan dan segera meninggalkannya serta kembali kepada jalan yang benar ketika ditegur dan diberi nasehat.

Abul Abbas al Mubarrid berkata, ”Sesungguhnya orang yang keliru kemudian ruju’ (kembali kepada al-haq) maka dia tidak termasuk orang yang bersalah, karena dia telah keluar dari kesalahannya dengan ruju’ tersebut. Akan tetapi orang-orang yang nyata-nyata bersalah adalah orang yang terus menerus di atas kesalahan dan tidak ruju’ darinya, maka orang ini termasuk pendusta yang terlaknat.”



SYAIKH YAHYA DIAGUNGKAN OLEH MURID-MURIDNYA DENGAN SEBUTAN “IMAM TSAQOLAIN”

Wahai para pengucap ucapan ini, jika engkau tidak tahu tentang adanya ralat dan pencabutan perkataan tersebut, maka bertanyalah dahulu sebelum menggembar-gemborkan, kalau engkau memang berniat untuk menasehati dan menginginkan kebaikan. Namun jika engkau sudah tahu bahwa bait syair yang berisi penyebutan Syaikh Yahya sebagai “Imam Tsaqolain” tersebut sudah diralat oleh pembuatnya dan demikian pula pengingkaran Syaikh Yahya terhadapnya, maka ini adalah musibah besar. Ketahuilah bahwa pembuat bait syair tersebut telah menyatakan ruju’nya. Jazaakallahu khoiran sebagaimana tertulis pada risalah Ar-Roddul Badi’ala Hafidz al Laudari Ash-Shori’ yang telah dibaca dan di izinkan untuk disebar oleh Fadhilatusy Syaikh Yahya al Hajuri yang terbit tanggal 24/4/1429H. Dan seseorang yang sudah bertaubat dan meralat perbuatannya tidaklah pantas untuk dicela. “Inikah sikap adil yang selama ini kalian gembar-gemborkan?”


Faedah:

Berkata Syaikh Robi’ hafizhahullohu ta'a-la, “…bahwasanya setiap pelaku fitnah dan penyeru kesesatan mengangkat dengan kuat syiar keadilan dan keseimbangan.”

 


Jelaslah penyair dalam baitnya telah menyatakan ruju’ tanggal 2 Robiuts Tsani 1430 H, adapun bait syair yang menyebutkan Syaik Yahya “Imam Tsaqolain” sudah di ralat dan di ingkari Syaikh Yahya dan diizinkan untuk di sebar oleh Syaikh Yahya tanggal 24/4/1429 H.

 

* URL sumber, klik di sini ..

 
Berikutnya >

Permata Salaf ..

‘Isa bin Maryam ‘alaihissalam bersabda: “Cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan, dan pada harta terdapat penyakit yang sangat banyak.”
Beliau ditanya: “Wahai ruh (ciptaan) Allah, apa penyakit-penyakitnya?”
Beliau menjawab: “Tidak ditunaikan haknya.”
Mereka menukas: “Jika haknya sudah ditunaikan?”
Beliau menjawab: “Tidak selamat dari membanggakannya dan menyombongkannya.”
Mereka menimpali: “Jika selamat dari bangga dan sombong?”
Beliau menjawab: “Memperindah dan mempermegahnya akan menyibukkan dari dzikrullah (mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala).”
(Mawa’izh Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri, hal. 81)
 
i-Radio SALAFYsiar .::

tekan tombol play, bila tak terdengar? klik di sini . .


Live Chat!

Hits Counter: 883817
mod_vvisit_counterHari ini78
mod_vvisit_counterKemarin99
mod_vvisit_counterPekan ini177
mod_vvisit_counterBulan ini2464
mod_vvisit_counterTotal126321
[ 1 pengunjung Online ]
free counters