http://ibnulqoyyim.com

Hiasan dinding dengan lafaz Allah-Muhammad Cetak kirim sebagai e-Mail
Ditulis Oleh Al-Ustadz Abu Karimah 'Askary hafizhahulloh   
Sabtu, 29 Agustus 2009
Menggantungkan sesuatu yang tertulis padanya ayat-ayat al-qur'an baik dirumah atau yang lainnya
Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya:bagaimana pendapatmu tentang sebagian kartu atau potongan papan,baik yang terbuat dari kertas atau anyaman dari benang,yang tertulis padanya lafadz "Allah" yang digandengkan dengan nama Nabi Shallallahu alaihi Wasallam (الله محمد) ?
Beliau menjawab:
Perkara ini banyak menyebar dikalangan manusia dengan beraneka ragam bentuknya.Meletakkan lafadz "Allah" lalu disampingnya nama Rasul Shallallahu alaihi Wasallam,ini tidak diperbolehkan.Tatkala ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu alaihi Wasallam : "menurut kehendak Allah dan kehendakmu",maka Nabi Shallallahu alaihi Wasallam bersabda: "apakah engkau hendak menjadikan bagi Allah tandingan?.namun ucapkan kehendak Allah semata." 
Jika tujuan menggantung papan yang bertuliskan nama Nabi Shallallahu alaihi Wasallam adalah mengharap berkah,maka hal ini tidak diperbolehkan pula,sebab mengharapkan berkah hanya bisa dilakukan dengan cara komitmen terhadap sunnah Nabi Shallallahu alaihi Wasallam dan mengikuti petunjuknya.
Demikian pula halnya dengan menggantung papan-papan yang bertuliskan ayat-ayat al-qur'an al-karim di rumah-rumah,hal itu tidak ada sumbernya dari Salafus saleh -rahimahumullah- dan tidak pula datang dari Nabi Shallallahu alaihi Wasallam, para sahabat dan Tabi'in.Dan saya tidak tahu dari mana datangnya bid'ah ini.maka pada hakekatnya ini merupakan perbuatan bid'ah,sebab al-qur'an diturunkan dengan tujuan dibaca dan bukan untuk digantung di dinding.
Kemudian menggantungnya di dinding dapat menimbulkan kerusakan,karena orang yang melakukan hal itu boleh jadi berkeyakinan bahwa tulisan tersebutlah yang menjaga mereka,sehingga mereka tidak lagi melakukan cara penangkal yang sahih yaitu membacanya dengan lisan,sebagaimana sabda Nabi Shallallahu alaihi Wasallam tentang ayat kursi:
 
مَنْ قَرَأَهَا فِي لَيْلَةٍ لَمْ يَزَلْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبُهُ شَيْطَانٌ حَتَّى يُصْبِحَ
"barangsiapa yang membacanya dimalam hari,maka Allah senantiasa menjaganya dan setan tidak akan mendekatinya hingga pagi hari." 
Demikian pula kebanyakan tempat-tempat tersebut membuat majelis-majelis yang tidak lepas dari perkataan yang diharamkan,dan boleh jadi terdapat pula sesuatu berupa alat musik,dan tidak boleh berkumpul firman-friman Allah Azza Wajalla ditempat-tempat seperti ini.Oleh karenanya,kami nasehatkan saudara-saudara kami kaum muslimin untuk tidak menggantung papan-papan yang terdapat ayat-ayat Allah Azza Wajalla ,atau lafadz Allah,atau nama Nabi Shallallahu alaihi Wasallam.

(fatawa islamiyyah,jilid 4:644)

Dan berkata pula Ibnu Utsaimin:

Menggantung ayat-ayat al-qur'an di dinding dan pintu-pintu masjid,atau yang semisalnya termasuk perkara yang baru yang tidak diketahui dimasa salafus saleh yang mereka adalah sebaik-baik generasi sebagaimana yang telah shahih dari Nabi Shallallahu alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:
خَيْرُ الناس قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
"sebaik-baik manusia adalah kurunku,kemudian yang setelah mereka, kemudian yang setelah mereka." 
Kalau sekiranya ini termasuk perkara yang dicintai Allah Azza Wajalla,tentu Dia telah mensyari'atkannya melalui lisan Rasul-Nya Shallallahu alaihi Wasallam, sebab segala sesuatu yang memberi manfaat kepada manusia baik dalam urusan agama maupun dunianya,pasti hal itu disyari'atkan melalui lisan Rasul Shallallahu alaihi Wasallam.Kalaulah ini termasuk kebaikan ,maka sudah tentu para ulama salafus saleh telah mendahului kita dalam melakukannya.Bersama dengan hal ini,kita tanyakan kepada mereka yang menggantung ayat-ayat tersebut : apa maksud kalian menggantungnya? Apakah kalian memaksudkan untuk memuliakan firman Allah Azza Wajalla ? jika mereka menjawab: iya.Maka kami katakan: Kita bukanlah orang yang lebih besar penghormatannya terhadap firman Allah Azza Wajalla dibanding para sahabat Nabi Shallallahu alaihi Wasallam, namun mereka tidak pernah menggantung apapun dari ayat-ayat Allah Azza Wajalla di dinding-dinding mereka ataukan di dinding-dinding masjid.
 
Jika mereka berkata: tujuan kami adalah mengingatkan dan menasehati! Maka kami jawab: mari kita lihat pada kenyataan,apakah ada seseorang dari manusia yang menyaksikan ayat-ayat yang tergantung tersebut merasa ternasehati? Kalaupun itu ada,itu sangatlah jarang .Kebanyakan yang mendatangkan perhatian pada ayat-ayat yang tertulis tersebut adalah keindahan tulisannya,atau huruf-huruf timbul,atau berbagai hiasan yang ada disekitarnya,dan yang semisalnya.Jarang sekali ada seseorang yang mengangkat kepalanya untuk membacanya lalu mendapat teguran dengan tulisan tersebut.
Jika mereka berkata: kami bertujuan mengharap berkah darinya! Maka katakan kepadanya: tidak seperti itu cara mengambil berkah,al-qur'an seluruhnya adalah berkah, namun dengan cara membacanya,memahami maknanya,dan mengamalkannya,bukan dengan cara menggantungnya di dinding atau dijadikan seperti museum.
Jika mereka berkata: tujuan kami adalah penjagaan dan sebagai wirid.
Maka kami katakan: ini bukan cara penjagaan dan wirid yang benar.Sebab wirid-wirid yang terdapat dalam al-qur'an akan menjadi tameng bagi pelakunya jika ia membacanya,sebagaimana sabda Rasulullah bagi orang yang membaca ayat kursi:
"senantiasa Allah menjaganya dan syetan tidak akan mendekatinya hingga pagi hari"
Ditambah lagi sebagian majelis atau bahkan mayoritas majelis yang ditulis padanya ayat-ayat tersebut, terdapat hal yang melalaikan atau ucapan yang diharamkan ataukan nyanyian yang haram,dan ini merupakan bentuk penghinaan al-qur'an secara makna sebagaimana yang nampak.

(fatawa nur ala ad-darb,Syaikh Ibnu Utsaimin hal:24)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Audio Streaming .::

tekan tombol play, bila tak terdengar? klik di sini ..

20 Syabaan 1431 Hijriah
Statistik Web: 94924

Streaming Online .::

free counters

i-Radio SalafySiar