http://ibnulqoyyim.com

UCAPAN "SHADAQALLAHUL 'AZHIM" Cetak kirim sebagai e-Mail
Ditulis Oleh Al-Ustadz Abu Karimah 'Askary hafizhahulloh   
Senin, 14 September 2009
ucapan shadaqallahu al-adzhim setelah membaca al-qur’an 
Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin bin Baaz rahimahullah ditanya:
Sesungguhnya aku sering mendengar orang mengatakan “shadaqallahu al-‘azhim” (Maha benar Allah yang Maha Agung),tatkala selesai membaca al-qur’an bahwa itu bid’ah, Sebagian orang mengatakan: itu dibolehkan,dan mereka berdalil dengan firman Allah Ta’ala:
{قُلْ صَدَقَ اللَّهُ فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا}

“katakan Maha benar Allah,maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus diatas tauhid”

Dan sebagian orang yang berpendidikan berkata kepadaku: sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam jika hendak menghentikan seseorang yang membaca al-qur’an, beliau mengatakan kepada yang membaca: “cukup”,dan jangan dia mengatakan: shadaqallahu al-‘azhim. Pertanyaanku adalah: apakah ucapan “shadaqallahu al-‘azhim” dibolehkan ketika selesai membaca al-qur’an al-karim. Aku berharap engkap berkenan merinci hal ini?

Maka Syaikh menjawab:


Kebiasaan banyak orang mengatakan “shadaqallahul ‘azhim” ketika selesai membaca al-qur’an al-karim adalah amalan yang tidak ada asalnya,dan tidak sepantasnya membiasakan hal itu. Bahkan berdasarkan kaedah syariat hal itu termasuk bid’ah jika pelakunya meyakini bahwa hal itu disunnahkan. Sepantasnya meninggalkan hal tersebut, dan jangan dia membiasakan hal itu karena tidak ada dalil.Adapun firman Allah Ta’ala (yang artinya) “katakanlah Maha benar Allah” bukan disini tempatnya.Namun Allah Azza wajalla memerintahkan untuk menjelaskan kepada mereka tentang kebenaran Allah terhadap apa yang dia jelaskan dalam kitab-kitabnya yang agung dalam kitab taurat dan yang lainnya,dan Allah Maha jujur terhadap apa yang Dia jelaskan dalam kitab-Nya yang agung yaitu Al-qur’an,namun ini bukan dalil yang menunjukkan disukai mengucapkan kalimat tersebut setelah membaca Al-qur’an atau setelah membaca beberapa ayat atau surat,sebab hal itu tidak shahih dan tidak diketahui sumbernya dari Nabi shallallahu alaihi wasallam dan tidak pula para sahabatnya –semoga Allah meridhai mereka-.
Tatkala Ibnu Mas’ud membacakan kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam surah An-Nisaa’ dan sampai kepada firman-Nya:
{فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاءِ شَهِيدًا} [سورة النساء الآية 41]
 
“Maka bagaimanakah , apabila Kami mendatangkan seseorang saksi dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu sebagai saksi atas mereka itu .”
(QS.An-Nisaa:41)
Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata kepadanya “cukup”.Ibnu Mas’ud berkata: akupun menoleh kepada Beliau shallallahu alaihi wasallam,ternyata beliau mengeluarkan airmata,yaitu menangis karena Beliau mengingat kedudukan yang agung tersebut pada hari kiamat sebagaimana yang tersebut dalam ayat,yaitu firman-Nya:
 
{فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاءِ شَهِيدًا} [سورة النساء الآية 41]
 
“Maka bagaimanakah , apabila Kami mendatangkan seseorang saksi dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (yaitu Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu .” yaitu atas umatnya shallallahu alaihi wasallam. Dan tidak dinukilkan dari seorangpun dari kalangan para ulama –sepanjang pengetahuan kami- bahwa Ibnu Mas’ud berkata “shadaqallahul ‘azhim” setelah Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata kepadanya “cukup”.
 
Kesimpulannya bahwa mengakhiri bacaan al-qur’an dengan ucapan “shadaqallahul azhim” tidak ada asalnya dalam syariat yang suci.Adapun jika seseorang mengucapkannya pada waktu-waktu tertentu karena ada sebab yang menghendaki hal tersebut maka hal itu tidak mengapa.

(majmu’ fatawa wa maqqalaat mutanawwi’ah,jilid 7)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Audio Streaming .::

tekan tombol play, bila tak terdengar? klik di sini ..

20 Syabaan 1431 Hijriah
Statistik Web: 94932

Streaming Online .::

free counters

i-Radio SalafySiar