🕌 Hukum I‘tikaf bagi Orang yang Memiliki Tanggung Jawab
❓ Pertanyaan:
Apakah yang lebih utama bagi seseorang yang memiliki kewajiban: melakukan i‘tikaf atau menunaikan kewajiban-kewajibannya?
🎙️Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata :
“Jika seseorang memiliki kewajiban terhadap keluarganya, maka apabila kewajiban tersebut bersifat wajib baginya, ia wajib menunaikannya.
Dan ia menjadi berdosa apabila tetap melakukan i‘tikaf (sementara kewajiban tersebut ditinggalkan).
Namun jika kewajiban tersebut tidak bersifat wajib, maka menunaikan kewajiban-kewajiban tersebut terkadang lebih utama daripada melakukan i‘tikaf.
Adapun orang yang waktunya luang (tidak terikat tanggung jawab) maka i‘tikaf disyariatkan baginya.
Apabila ia memiliki kewajiban pada awal sepuluh hari terakhir (Ramadan), namun ia telah selesai menunaikannya di pertengahannya, lalu ia ingin melakukan i‘tikaf pada sisa hari-hari tersebut, maka tidak mengapa baginya.
📚 Majmū‘ al-Fatāwā (20/178).
*س – هل الأفضل لمن عليه التزامات الاعتكاف أو قضاء التزاماته ؟*
🎙️ قال ابن عثيمين رحمه الله :إذا كان على الإنسان التزامات لأهله فإن كانت الالتزامات واجبة عليه وجب عليه القيام بها،
وكان آثماً بالاعتكاف ، وإن كانت غير واجبة فإن قيامه بتلك الالتزامات قد يكون أفضل من الاعتكاف ،
• أما الإنسان المتفرغ فالاعتكاف في حقه مشروع، فإذا كان عليه التزامات في أول العشر ولكنه يفرغ منها في أثنائها وأراد أن يعتكف البقية فلا بأس .
📘 مجموع الفتاوى : (20/ 178)
t.me/lentera_salafiyah/2611



