BAHAGIA KETIKA MEMBAHAGIAANKAN ORANG LAIN
Tatkala engkau memberikan kebahagiaan kepada orang-orang di sekitarmu, maka itu termasuk kemuliaan jiwa. Maka niatkanlah hal itu sebagai ibadah di sisi Allah dan nikmatilah amal tersebut.
Namun, engkau bisa keliru ketika menanti kebahagiaan dari orang-orang yang telah engkau bahagiakan.
Sebab, menunggu mereka membahagiakanmu dan membalas perasaan yang sama, akan menyebabkan kesedihan dan kesempitan dalam hatimu, bahkan bisa membuatmu membenci orang-orang di sekitarmu.
Hal itu juga dapat mendorongmu untuk mengungkit-ungkit kebaikan yang telah engkau lakukan sehingga merusak pahala amalmu.
Bahkan, bisa jadi engkau berhenti memberikan kebahagiaan kepada orang lain.
Mengapa?
Karena engkau membahagiakan mereka sambil mengharapkan agar mereka juga membahagiakan dan membantumu.
Ketika hal itu tidak terwujud, engkau pun dilanda kekecewaan.
Oleh karena itu, para ulama dan ahli hikmah mengatakan:
“Al-Ya’su ’Ishmah” (Keputusasaan adalah perlindungan).
Maksudnya, memutus ketamakan dan harapan kepada manusia merupakan sebab keselamatan, penjagaan diri, dan ketenangan hati.
Allah ﷻ Yang senantiasa memberi taufik.
✍️ Ditulis oleh:
Doktor Abu Malik Ali Al-Masy’ari.



