SEBAIK BAIK DO’A ADALAH DO’A PADA HARI ‘ARAFAH
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash –radhiyallahu ‘anhuma–, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari ‘Arafah. Dan sebaik-baik ucapan yang pernah aku katakan dan juga para nabi sebelumku adalah:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
‘Tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.’”
📚 Dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi, no. 3585
⸻
🍂 Berkata Imam An-Nawawi -rahimahullah-,
“Hari ini (hari Arafah) adalah hari terbaik sepanjang tahun untuk berdoa. Maka, sepantasnya seseorang mencurahkan segenap kemampuannya untuk berdzikir, berdoa, dan membaca Al-Qur’an. Dan hendaknya ia memperbanyak berbagai macam doa dan mengucapkan beragam bentuk dzikir. Ia berdoa untuk dirinya, kedua orang tuanya, kerabat-kerabatnya, para guru, para sahabat dan teman-temannya, orang-orang yang dicintainya, semua yang pernah berbuat baik kepadanya, serta seluruh kaum Muslimin.
Dan hendaknya ia waspada, benar-benar waspada, dari meremehkan (amal-amal) tersebut, karena sungguh hari ini tidak dapat diulang (diganti).
📚 Kitabul Adzkar Lin Nawawi, hlm. 333
⸻
🍂 Berkata Al-Hafizh Ibn ‘Abdil Barr -rahimahullah-:
Dalam hadis ini terdapat pelajaran fiqih, yaitu bahwa doa pada hari ‘Arafah lebih utama dibandingkan hari lainnya. Hal ini sekaligus menjadi dalil akan keutamaan hari Arafah dibandingkan hari-hari lain. Hadis ini juga mengisyaratkan bahwa doa yang dipanjatkan pada hari Arafah umumnya mustajab (dikabulkan).
📚 At-Tamhid, 6/41
⸻
🍂 Berkata Al-‘Allamah Ibn ‘Utsaimin -rahi mahullah-:
Pada Hari ‘Arafah, sepatutnya seseorang bersungguh-sungguh untuk mengisi penghujung harinya dengan doa dan memperbanyak permohonan dengan penuh kesungguhan. Sebab, Allah ‘azza wa jalla mencintai orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam berdoa. Semakin seseorang mengulang-ulang dan mendesak dalam doanya, maka akan semakin tampak rasa butuh dan ketundukan dirinya kepada Rabb-nya ‘Azza wa Jalla. Dan sungguh, dalam setiap keadaannya, manusia adalah makhluk yang senantiasa bergantung kepada Allah.
📚 Liqa`at Al-Hajj, 1/108
t.me/bokharywamoslim
t.me/lentera_salafiyah/2889



