JANGAN BERGANTUNG KEPADA MAKHLUK
Sesungguhnya barang siapa yang menggantungkan hatinya kepada Tuhannya, maka ia tidak akan bergantung pada makhluk yang lemah—makhluk yang diciptakan dari air yang hina, yang tidak memiliki kuasa untuk mendatangkan kemudaratan, manfaat, kematian, kehidupan, maupun kebangkitan.
Allah Azza wa Jalla berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia:
{مَّا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِن بَعْدِهِ}
“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup melepaskannya sesudah itu.” (QS. Fatir: 2)
Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
{وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ}
“Jika Allah menimpa sesuatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat mehilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus: 107)
t.me/MahadOnline_alistiqomah/2341



