Friday, September 11, 2026
No menu items!
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeAqidah & AkhlaqMemilih Saudara Dan Sahabat Yang Tulus Dan Setia

Memilih Saudara Dan Sahabat Yang Tulus Dan Setia

Fikih dalam Pergaulan

MEMILIH SAUDARA DAN SAHABAT YANG TULUS DAN SETIA

Di antara bentuk fikih pergaulan adalah memilih saudara dan sahabat yang tulus dan setia, kemudian menjaga janji persahabatan dan keakraban, senantiasa mempertahankan persaudaraan, terus menjaganya agar tetap langgeng, tidak mudah untuk merasa jenuh bersahabat, menjauh dan mengabaikan.

Yahya bin Aktsam berkata:
“Suatu hari aku menyebutkan kepada Ahmad bin Hanbal tentang salah seorang sahabat kami dan perubahan sikapnya kepada kami. Maka Abu Abdillah mulai melantunkan syair: “Bukanlah sahabat dekatku orang yang mudah bosan, bukan pula orang yang.. Jika aku jauh darinya, ia menjualku (menggantiku) dengan sahabat yang lain. ”Akan tetapi, sahabat dekatku adalah orang yang terus
menyambung hubungan denganku, dan menjaga rahasiaku di hadapan setiap sahabat.”
(Al-Ādāb asy-Syar’iyyah wa al-Minah al-Mar’iyyah, 2/237)

Faedah:
Syair yang disebutkan oleh Imam Ahmad tersebut adalah karya penyair terkenal Kutsayyir ‘AzzahAl-Ahnaf berkata: “Tidak ada persaudaraan bagi orang yang mudah bosan.”
(Az-Zuhd, karya Ahmad bin Hanbal, hlm. 191)

Khalid bin Shafwan berkata:
“Orang yang paling tak berdaya adalah orang yang lalai dalam mencari sahabat. Dan yang lebih tak berdaya darinya adalah orang yang menyia-nyiakan sahabat yang telah berhasil ia dapatkan.”
(Adab ad-Dunya wa ad-Din, hlm. 161)

Maka, jagalah sahabatmu bersikaplah lurus dan bijak dalam menjalin tali persahabatan.
Jangan meninggalkan seseorang yang telah engkau ketahui kejujuran dan ketulusannya hanya karena perkataan orang lain.

Di sinilah tampak kecerdasan, kesetiaan, dan ketulusan dalam persaudaraan dan persahabatan

Dr. Abu Malik Ali Al-Masy’ari
#serial #fikih #pergaulan

من فقه العلاقات:
اختيار الإخوان الصادقين الأوفياء، ثم حفظ العهد والوُدّ
وملازمة الأخوة، والمداومة عليها، وترك الملل، والبُعد والإهمال.

وَقَالَ يَحْيَى بْنُ أَكْثَمَ:ذَكَرْتُ لِأَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ يَوْمًا بَعْضَ إِخْوَانِنَا وَتَغَيُّرَهُ عَلَيْنَا،
فَأَنْشَأَ أَبُو عَبْدِ اللهِ يَقُولُ:وَلَيْسَ خَلِيلِي بِالْمَلُولِ وَلَا الَّذِي
إِذَا غِبْتُ عَنْهُ بَاعَنِي بِخَلِيلِوَلَكِنْ خَلِيلِي مَنْ يَدُومُ وِصَالُهُ
وَيَحْفَظُ سِرِّي عِنْدَ كُلِّ خَلِيلِ[«الآداب الشرعية والمنح المرعية» (2/ 237)].فائدة:
الأبيات التي ذكرها الإمام للشاعر المشهور بـ «كَثِّير عزة»

قَالَ الأَحْنَفُ:«لَا إِخَاءَ لِمَلُولٍ».
[«الزهد لأحمد بن حنبل» (ص191)].

وَقَالَ خَالِدُ بْنُ صَفْوَانَ:إِنَّ أَعْجَزَ النَّاسِ مَنْ قَصَّرَ
فِي طَلَبِ الإِخْوَانِ.
وَأَعْجَزَ مِنْهُ مَنْ ضَيَّعَ مَنْ ظَفِرَ بِهِ مِنْهُمْ.
[«أدب الدنيا والدين» (ص161)].

الأَخ الصَّادِق الوَفِيفَحَافِظْ عَلَى صَدِيقِكَ، وَسَدِّدْ وَقَارِبْ،
وَلَا تَتْرُكْ مَنْ عَرَفْتَ صِدْقَهُ لِقَوْلِ قَائِلٍ،
فَهنا يَظْهَرُ العَقْلُ وَالوَفَاءُ وَصِدْقُ الإِخَاءِ.

د. أَبُو مَالِك عَلِي المَشْعَرِي
#سلسلةفقهالعلاقات

 

RELATED ARTICLES
- Donasi Dakwah -spot_img

Populer Artikel

Tamu