Friday, May 22, 2026
No menu items!
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeManhajSeorang Da'i Harus Menjauhkan Dirinya Dari Penyakit Hasad Dan Iri Dengki

Seorang Da’i Harus Menjauhkan Dirinya Dari Penyakit Hasad Dan Iri Dengki

SEORANG DAI HARUS MENJAUHKAN DIRINYA DARI PENYAKIT HASAD DAN IRI DENGKI

Ada orang yang menyampaikan agama Allah dengan ilmu dan pemahaman yang benar, namun di dalam dirinya terdapat cacat, penyakit hati, hasad (iri dengki), serta ambisi untuk menjadi pemimpin atau kedudukan. Ia tidak ingin kebaikan tersebar melalui orang lain. Jika kebaikan itu tersebar (bukan lewat dirinya), ia pun menciptakan perselisihan dan membungkusnya dengan alasan membela kebenaran.

Akibat perbuatannya, terputuslah jalan kebaikan bagi kaum muslimin dan para penuntut ilmu, di samping dosa yang ia tanggung karena telah mencerai-berai barisan penuntut ilmu.
Aku mengingatkan orang yang kondisinya demikian dengan perkataan Imam Syafi’i rahimahullah:
“Aku berharap manusia mempelajari ilmu ini, tanpa ada satu pun darinya yang dinisbatkan kepadaku.”
(Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Awliya, 9/118).

Renungkanlah ilmu dan kitab-kitab beliau -yang merupakan hasil jerih payah beliau sendiri, bukan orang lain- namun meski begitu, beliau berharap ilmu tersebut tersebar luas tanpa perlu namanya disebut-sebut.

Aku juga mengingatkan dengan perkataan beliau yang lain rahimahullah:
“Tidaklah aku berdebat dengan seseorang melainkan aku ingin agar ia diberi taufik, kebenaran, bantuan, serta mendapatkan penjagaan dan perlindungan dari Allah. Dan tidaklah aku berdebat dengan seseorang melainkan aku tidak peduli apakah Allah menampakkan kebenaran melalui lisanku atau melalui lisannya.”
(Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Awliya, 9/118).

Kita memohon kepada Allah agar mengaruniakan kepada kita semua keikhlasan dalam perkataan maupun perbuatan.

✍🏻 DR. Rabi’ bin Thahir

sumber: t.me/MahadOnline_alistiqomah

RELATED ARTICLES
- Donasi Dakwah -spot_img

Populer Artikel

Tamu