HUKUM LELALKI MEMANDANG LELAKI TAMPAN
Imam An-Nawawi رحمه الله berkata:
“Demikian pula haram bagi seorang laki-laki untuk memandang wajah al-amrad (pemuda tampan yang belum tumbuh jenggot) apabila ia memiliki rupa yang indah, baik dengan syahwat ataupun tidak, baik dalam keadaan aman dari fitnah maupun khawatir terjerumus dalam fitnah. Inilah madzhab yang benar dan pilihan para ulama yang teliti. Imam Asy-Syafi‘i telah menegaskan hal ini, demikian pula para ulama besar dari kalangan sahabat-sahabat beliau – semoga Allah Ta‘ala merahmati mereka semua.
Dalilnya adalah: bahwa ia memiliki makna yang sama dengan wanita, karena ia juga dapat menimbulkan syahwat sebagaimana wanita, dan rupanya dalam hal keindahan serupa dengan rupa wanita. Bahkan banyak dari mereka yang lebih tampan daripada banyak wanita. Bahkan keharaman memandang mereka lebih utama (lebih tegas) karena alasan lain, yaitu: terbukanya jalan-jalan menuju keburukan terhadap mereka, yang mana jalan-jalan itu tidaklah terdapat pada wanita.”
— Syarh Shahih Muslim (4/31).
قال النووي رحمه الله :
“وكذلك يحرم على الرجل النظر إلى وجه الأمرد إذا كان حسن الصورة ، سواءً كان بشهوةٍ أم لا ، سواءً أمن الفتنة أم خافها ، هذا هو المذهب الصحيح المختار عند العلماء المحققين ، نص عليه الشافعي ، وحذاق أصحابه – رحمهم الله تعالى – ، ودليله : أنه في معنى المرأة ، فإنه يُشتهى كما تشتهى ، وصورته في الجمال كصورة المرأة ، بل ربما كان كثيرٌ منهم أحسن صورةً من كثيرٍ من النساء ، بل هم في التحريم أولى لمعنى آخر : وهو أنه يتمكن في حقهم من طرق الشر ما لا يتمكن مثله في حق المرأة” انتهى .
” شرح مسلم ” ( 4 / 31 ) .
Sumber: t.me/MahadOnline_alistiqomah



