Thursday, November 5, 2026
No menu items!
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeAqidah & AkhlaqKetika dekat menyakiti, Dimaafkan Justru Merusak

Ketika dekat menyakiti, Dimaafkan Justru Merusak

KETIKA DEKAT MENYAKITI, DIMAAFKAN JUSTRU MERUSAK BUKAN MEMPERBAIKI.

Sabar memiliki ruangnya, sikap lembut dan santun memiliki tempatnya dan menahan diri memiliki alasan, dorongan, serta tujuan yang tepat.

Semua itu merupakan akhlak yang agung dan terpuji. Namun dalam beberapa keadaan akan berbeda cara pandangnya dan tidak selalu demikian:

1. Ketika kedekatan yang berlebihan justru menyakiti.
Dalam keadaan seperti ini: mengurangi intensitas hubungan, menjaga jarak dengan cara yang baik dan memberikan ruang merupakan bentuk kebijaksanaan yang tepat.

2. Ketika suatu hubungan membawa mudarat dan kebersamaan di dalamnya merupakan sesuatu yang haram.
Dalam keadaan seperti ini: memutus hubungan, meninggalkannya dan pergi darinya merupakan jalan keselamatan.

3. Ketika memaafkan justru menjadi sebab seseorang semakin berani, terus melampaui batas, dan berbuat kejahatan.
Dalam keadaan seperti ini: sikap tidak memaafkan dan tidak memberikan toleransi justru dapat menjadi hal yang diperlukan. Membela diri dengan cara yang benar dapat menjadi jalan untuk memperbaiki keadaan sekaligus merupakan bentuk menjaga kehormatan diri.

Kata Bijak Seorang penyair berkata:
“Jika dikatakan, ‘Bersikap lembutlah!’ ia menjawab: ‘Sikap santun itu memiliki tempatnya, dan kesantunan seseorang pada tempat yang tidak semestinya justru merupakan kebodohan.”Penutup

Orang yang mendapatkan taufik adalah orang yang Allah beri hidayah dan bimbingan sehingga ia mampu memberikan kepada setiap sesuatu haknya.Ditulis oleh:

Ditulis Oleh
Dr. Abu Malik Ali Al-Masy’ari

RELATED ARTICLES
- Donasi Dakwah -spot_img

Populer Artikel

Tamu