Monday, March 9, 2026
No menu items!
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeManhajMembatasi Kebenaran Pada Tokoh Tertentu, Tidak Akan Membantu Kokoh Di Atas Al...

Membatasi Kebenaran Pada Tokoh Tertentu, Tidak Akan Membantu Kokoh Di Atas Al Haq

Di antara perkara yang sudah menjadi ketetapan pada Ahlus Sunnah wal Jamaah:
Bahwa setiap individu bisa diambil perkataannya dan bisa ditolak, kecuali Rasulullah ﷺ.
Dan bahwasanya Al-jamaah hakikatnya adalah apa yang sesuai dengan haq, walaupun engkau bersendirian.

Dan bahwasanya para lelaki (tokoh), dikenal dengan kebenaran (yang dibawakannya), bukan kebenaran yang dikenal (dipatokan) pada para tokoh tersebut.
Sesungguhnya, diantara bentuk balaa yang menimpa sebagian penuntut ilmu pada zaman ini adalah:

ketika mereka membatasi kebenaran hanya pada sebagian (tokoh) ahli haq, dan meninggalkan sebagian (ahli haq) yang lain. Dan aku ulangi serta aku tegaskan bahwa yang aku maksud disini adalah “pada sebagian ahli haq”.

Namun, orang yang membatasi kebenaran hanya pada satu atau dua tokoh tertentu, itu berangkat dari prasangkanya bahwa agama ini hanya berpusar pada satu permasalahan (yang bersifat) ijtihadiyah semata, atau bahkan mungkin hanya permasalahan yg berkaitan dg pribadi tertentu saja, bukan dengan manhaj (petkara ushul).

Secara umum, membatasi kebenaran pada satu atau dua orang tertentu, tidaklah membantu dalam keteguhan di atas kebenaran. Realita adalah saksi terbaik atas hal itu, dikarenakan dua sebab :

1. Kebutuhan akan ilmu:
Ia akan mendapati dirinya sangat membutuhkan berbagai macam ilmu syar’i, pelajaran, dan pendalaman materi, yang tidak semuanya tersedia pada satu atau dua orang yang ia jadikan sebagai patokan kebenaran. Kemudian jika ia pergi mengambil manfaat ilmu dari selain mereka ,maka ia akan menilai dirinya karena kaidahnya yang rusak itu bahwa dirinya telah melemah dan melunak.

2. Pastinya terjadi perselisihan:
Jika ia berselisih dengan orang yang ia jadikan sebagai patokan kebenaran, atau dengan para pengikutnya dan perselisihan demikian pastilah terjadi maka ia akan berada di persimpangan (beberapa pilihan) :

Entah ia mengikuti mereka padahal ia tahu bahwa mereka tidak berada di atas kebenaran.
Entah ia berlepas diri meninggalkan mereka semua dan bila ia meninggalkan mereka, maka ia tidak akan menemukan lagi bagi dirinya seseorang dari kalangan ahli keutamaan dan ilmu untuk ia bersandar padanya. Sebab ia telah membatasi kebenaran hanya pada beberapa tokoh yang belakangan ini berselisih dengannya.

Lalu pada akhirnya ,kau akan dapati ia -menipu dirinya sendiri- dengan menjadikan dirinya sebagai rujukan bagi dirinya sendiri.

Hal demikian -seringkali- terjadi pada orang-orang yang membatasi kebenaran pada satu atau dua orang tokoh saja, ngkau akan dapati sebagian mereka akhirnya ber-intikaas (mundur jauh kepada keadaan sebelumnya), dan hanya sedikit sekali di antara mereka yang dapat sadar dari jalan tersebut yang lebih menyerupai metode kaum sufi atau Khawarij lalu kembali kepada kebenaran.

نسأل الله البصيرة والثبات على دينه الذي أحبّه لنا وارتضاه

Kita memohon kepada Allah agar diberikan basirah (ketajaman hati) dan keteguhan di atas agama-Nya yang Dia cintai untuk kita dan ridhai.

(Dr. Rabee bin Thahir)
Deen Naseeha di WhatsApp

 

حصر الحق في أشخاص
لا يعين على الثبات على الحق
من الأمور المتقررة عند أهل السنة والجماعة:
• أن كلًّا يؤخذ من قوله ويُرد إلا رسول الله صلى الله عليه وسلم.
• وأن الجماعة ما وافق الحق ولو كنت وحدك.
• وأن الرجال يُعرفون بالحق، لا أن الحق يُعرف بالرجال.
فإن مما ابتُلي به بعض طلبة العلم في هذا الأزمان: حصر الحق في بعض أهل الحق وترك البعض. وأعيد وأنبّه أني أقول: في بعض أهل الحق.
لكن هذا الذي حصر الحق في شخص أو شخصين، لتصوّره أن الدين يدور على مسألة واحدة اجتهادية، بل ولو كانت متعلقة بشخص لا بمنهج.
وحصر الحق عمومًا في شخص أو شخصين لا يعين على الثبات، والواقع خير شاهد على ذلك، وذلك لسببين:
1. الحاجة للعلوم: أنه سيجد من نفسه محتاجًا لعلوم شرعية كثيرة ودروس وتأصيل، وهي غير متوفرة عند هذا الشخص أو الشخصين الذين حصر الحق فيهما. فإن ذهب إلى الاستفادة منها، ظنّ من نفسه ـ بسبب القاعدة الفاسدة ـ أنه قد ضعف وتميّع.
2. حتمية الخلاف: إذا اختلف مع من حصر الحق فيه أو مع أتباعه ـ ولا بد فالخلاف لا بد أن يحدث ـ فإنه سيجد نفسه بين مفترق طرق:

• إما أن يمشي معهم وهو يراهم ليسوا على صواب.
• وإما أن يتركهم.
فإذا تركهم لن يجد لنفسه من يتكئ إليه من أهل الفضل والعلم، لأنه قد حصر الحق مع من اختلف معهم مؤخرًا،
فتجده في الأخير يغالط نفسه فيجعل نفسه هو المرجع لنفسه.
وهذا قد وجد عند من حصروا الحق في شخص أو شخصين. فتجد بعضهم انتكس، والقليل منهم من فاق من هذه الطريقة التي تشبه طريقة الصوفية أو الخوارج ورجع للحق.
نسأل الله البصيرة والثبات على دينه الذي أحبّه لنا وارتضاه

(Dr. Rabee bin Thahir)

RELATED ARTICLES
- Donasi Dakwah -spot_img
- Donasi Dakwah -spot_img

Populer Artikel

Tamu