Sifat pertama dari sifat-sifat Ibadurrahman (Bag 1)
Tenang, berwibawa dan tawadhu kepada Allah dan kepada hamba-hamba-Nya.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
﴿ وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا﴾
“Dan hamba-hamba Ar-Rahman adalah orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan tenang. Dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), maka mereka membalas dengan kata-kata yang selamat.” (QS. Al-Furqān: 63)
Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhu- berkata tentang firman Allah :
الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا
(orang-orang yang berjalan dengan tenang),
yakni berjalan dengan ketaatan, menjaga kehormatannya dan tawadhu. (Dikeluarkan oleh Ath-Thabari dalam tafsirnya, 17/491)
Termasuk di antara tanda-tanda ketawadhuan dan ketenangan mereka ialah tatkala mereka berjumpa dengan sebagian orang-orang dungu dan jahil, mereka berbicara dengan ucapan yang baik, selamat dari kebodohan.
Itulah makna firman Allah Ta‘ālā:
وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
(dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka —dengan kata-kata menghina— maka mereka membalas dengan kata-kata yang selamat),
yakni selamat dari dosa dan ucapan sia-sia.
Maka dengan sifat ini, hamba-hamba Ar-Rahman menggabungkan pada diri mereka keselamatan dari dua bentuk ketergelinciran:
1. ketergelinciran langkah kaki, dan
2. ketergelinciran lisan.
📔 Penjelasan secara ringkas tentang sifat-sifat ‘Ibadurrahman yang terdapat pada akhir surat Al-Furqan oleh Syekh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafizhahullah
Sumber: lentera_salafiyah/2179



