Sunday, February 15, 2026
No menu items!
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeUmumAkhir Kehidupan Yang Buruk Seorang Gay

Akhir Kehidupan Yang Buruk Seorang Gay

AKHIR BURUK SEORANG GAY

Berkata Ibnul Qayyim رحمه الله:

Diriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki jatuh cinta kepada seorang lelaki. Rasa cintanya sangat kuat, dan cintanya benar-benar menguasai hatinya, hingga ia jatuh sakit karenanya dan terpaksa berbaring di ranjang. Namun orang yang dicintainya itu menolak dan sangat menjauh darinya. Maka para perantara terus berusaha mendamaikan keduanya hingga orang itu (yang dicintai) berjanji untuk menjenguknya.

Ketika si malang (gay) itu mendengar kabar tersebut, ia sangat gembira, hatinya berseri-seri, hilanglah kesedihannya dan ia menanti dengan penuh harap waktu yang telah dijanjikan.

Namun ketika ia sedang menunggu, datanglah perantara itu kepadanya dan berkata: ‘Sesungguhnya ia tadi sudah bersamaku sampai di pertengahan jalan, lalu ia kembali. Aku telah memohon kepadanya dan berbicara dengannya (agar mau menjenguknya), namun ia menjawab: “Ia (si sakit) memang mengingatku dan bergembira denganku. Akan tetapi aku tidak mau masuk ke tempat-tempat yang menimbulkan prasangka, dan tidak akan menjerumuskan diriku ke dalam tuduhan (homo).”

Aku ulangi lagi bujukanku kepadanya, namun ia tetap menolak dan pergi.

Ketika si malang mendengar berita itu, seakan-akan ia terpukul dan semakin parah sakitnya, hingga tampaklah padanya tanda-tanda kematian. Maka ia pun melantunkan syair dalam keadaan demikian:

“Selamat tinggal, wahai penyejuk hati yang sakit…
Wahai obat bagi jiwa yang lemah dan kurus…
Keridhaanmu lebih manis bagi hatiku…
Daripada rahmat Sang Pencipta Yang Maha Agung!!”

Maka aku berkata kepadanya: “Wahai Fulan, bertakwalah engkau kepada Allah!.”
Ia menjawab: “Aku sudah melakukannya.”

Lalu aku bangkit meninggalkannya. Belum lagi aku melewati pintu rumahnya, tiba-tiba terdengar suara tangisan kematiannya!

Maka aku berlindung kepada Allah dari buruknya akhir kehidupan dan jeleknya penutup (amal).”

Al-Jawāb al-Kāfī hal. 117.

—————————

قال ابن القيم رحمه الله :

” ويروى أن رجلاً عشق شخصاً ، فاشتد كلفه به ، وتمكن حبه من قلبه ، حتى وقع ، ألماً به ، ولزم الفراش بسببه ، وتمنَّع ذلك الشخص عليه ، واشتد نفاره عنه ، فلم تزل الوسائط يمشون بينهما حتى وعده أن يعوده ، فأخبر بذلك البائس ، ففرح ، واشتد سروره ، وانجلى غمه ، وجعل ينتظر للميعاد الذي ضربه له ، فبينا هو كذلك إذ جاءه الساعي بينهما فقال : إنه وصل معي إلى بعض الطريق ورجع ، فرغبت إليه وكلمته ، فقال : إنه ذكرني ، وفرح بي ، ولا أدخل مداخل الريب ، ولا أعرِّض نفسي لمواقع التهم ، فعاودته ، فأبى ، وانصرف ، فلما سمع البائس ذلك أُسقط في يده ، وعاد إلى أشد مما كان به ، وبدت عليه علائم الموت ، فجعل يقول فى تلك الحال :

أسلم يا راحة العليل … ويا شفاء المدْنَف النحيل
رضاك أشهى إلى فؤادي … من رحمة الخالق الجليل !!
فقلت له : يا فلان اتق الله ، قال : قد كان !!
فقمت عنه ، فما جاوزت باب داره حتى سمعت صيحة الموت !
فعياذاً بالله من سوء العاقبة ، وشؤم الخاتمة ” انتهى .

” الجواب الكافي ” ( ص 117 ) .

—————————

Oleh:
Ustadz Abu Muawiyah Askary

Sumber:
https://t.me/MahadOnline_alistiqomah/1797

 

 

RELATED ARTICLES
- Donasi Dakwah -spot_img
- Donasi Dakwah -spot_img

Populer Artikel

Tamu