Wednesday, January 14, 2026
No menu items!
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeUmumMenuntut Ilmu Itu Perjuangan Dan Kesabaran

Menuntut Ilmu Itu Perjuangan Dan Kesabaran

Banyak orang yang sangat ingin berilmu dan menjadi orang yang memiliki ilmu, akan tetapi mereka tidak tahan dengan lelah dan letihnya menuntut ilmu. Ilmu tidak mungkin didapatkan, seseorang harus melawan nafsu bersantai-santainya.

Yahya bin Abi Katsir rahimahullah berkata,

ولا يستطاع العلم براحة الجسد

Ilmu tidak akan didapatkan dengan tubuh yang santai (tidak bersungguh-sungguh).   [jaami’ul bayaanil Ilmi wa fadhlihi no.553]

Semakin tinggi cita-cita kita, maka semakin sedikit juga waktu luang dan waktu untuk badan kita bersantai-ria.

Imam Syafi’i rahimahullah juga mengisyaratkan perjalanan dan perjuangan berat menuntut ilmu dengan hasil yang baik. Beliau berkata

لا يطلب هذا العلم من يطلبه بالتملل وغنى النفس فيفلح، ولكن من طلبه بذلة النفس، وضيق العيش، وخدمة العلم، أفلح

Tidak mungkin menuntut ilmu orang yang pembosan, merasa puas jiwanya kemudian ia menjadi beruntung, akan tetapi ia harus menuntut ilmu dengan menahan diri, merasakan kesempitan hidup dan berkhidmat untuk ilmu, maka ia akan beruntung.[Tadribur rawi 2/584]

Abu ‘Amr bin Ash-Shalah menceritakan biografi Imam Muslim rahimahullah, beliau berkata,

وَكَانَ لمَوْته سَبَب غَرِيب نَشأ عَن غمرة فكرية علمية

Tentang sebab wafatnya (imam muslim) adalah suatu yang aneh (bagiku), timbul karena kepedihan/kesusahan hidup dalam (menuntut) ilmu.

[Shiyanah shahih muslim hal.62]

Menuntut ilmu selain meletihkan pikiran, juga terkadang meletihkan badan. Yahya Abu zakaria berkata,

وذكر لي عمي عبيد الله قال: قفلت من خراسان ومعي عشرون وقرا من الكتب، فنزلت عند هذا البئر -يعني: بئر مجنة- فنزلت عنده اقتداء بالوالد

Pamanku Ubaidillah bercerita kepadaku, “aku kembali dari Khurasan dan bersamaku ada 20 beban berat yang berisikan buku-buku. Aku singgah di sebuah sumur –yaitu sumur Majannah- aku lakukan karena mencontoh ayahku.[siyar A’lam An nubala 12/503]

Imam Syafi’i rahimahullah menjelaskan bahwa orang yang menanggung letihnya menuntut ilmu adalah orang yang beruntung dengan ilmunya kelak. Beliau berkata,

ما أفلح فى العلم إلا من طلبه فى القلة، ولقد كنت أطلب القرطاس فيعسر علىَّ. وقال: لا يطلب أحد هذا العلم بالملك وعز النفس فيفلح

Tidak akan beruntung orang yang menuntut ilmu, kecuali orang yang menuntutnya dalam keadaan serba kekurangan aku dahulu mencari sehelai kertaspun sangat sulit. Tidak mungkin seseorang menuntut ilmu dengan keadaan serba ada dan harga diri yang tinggi kemudian ia beruntung.[Tahdzib Al Asma wa Al lughat hal.54]

Semoga ini menjadi motivasi kita terutama di zaman ini yang ilmu sangat mudah diperoleh melalui internet, youtube dan sosial media. Jangan sampai kita terlena dengan kemudahan ini dan tidak berniat menuntut ilmu dengan baik. Silahkan bandingkan bagaimana cara kita menuntut ilmu dengan ulama zaman dulu.

Dan kami ucapakan  jazakumullohu khoiron katsiron terutama kepada para MASYAYIKH dan ASATIDZ hafidzhohumullah atas faedah ilmu yang diberikan ,,begitu pula seluruh PANITIA yang telah memfasilitasi  dan  menjamu para tamu dengan baik, dan seluruh  yg terkait dalam segala kepengurusan penjamuan tamu dan pengadaan fasilitas dan yang turut serta dalam Berlangsungnya kegiatan selama dauroh dan secara umum yang berada dalam kegiatan Dauroh ini. Serta kepada segenap  pihak yang menjadi sebab kebaikan ini, Ada sebuah kaedah yang menyebutkan

AL MUSABBIBU KAL MUBASYIR
المسبب كا المباشر
artinya ; Orang yang menjadi sebab “kebaikan” sama dengan orang yang melakukan “kebaikan” itu secara langsung.

Kami ucapkan Fajazakumullohu khoiron katsiron
Semoga Alloh mudahkan kita berjumpa kembali di dauroh berikutnya allohumma amin…

Rabu pagi 30 juli 2025
Akhukum Abu Ja’far Gufron palu
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wa barokatuh

 

RELATED ARTICLES
- Donasi Dakwah -spot_img

Populer Artikel

Tamu