 Memang tidak dipungkiri bahwa terkadang penyair berlebih-lebihan dalam memuji dan Syaikh Yahya-pun (hafizhahullohu ta'a-la) sudah berkali-kali menegur serta mengingatkan bahwa beliau tidak suka itu semua, termasuk bait syair yang satu ini. Dan setelah pembuat syair ini diberi tahu tentang makna batil yang terkandung dalamnya, maka diapun segera bertaubat kepada Allah dan menyatakan ruju’nya sebagaimana pernyataannya sendiri .. |
 Dan tidaklah apa yang ada pada kebanyakan manusia selain dari undang-undang yang mereka ambil dari sekelompok orang yang mereka agungkan, kemudian hanya karena mengedepankan sikap baik sangka kepada para tokoh tersebut mereka lantas membatasi diri hanya pada ucapan para tokoh itu, hingga ucapan-ucapan itu menjadi penghalang (dari mengikuti Al-Haq). - Ibnul Qoyyim rohimahulloh- |
|
jika melihat langsung kondisi hari-hari itu dan masih punya hati, seharusnya kalian menangis karena pemboikotan atas kaum muslim di Dammaj. Keluarga-keluarga banyak yang tidak punya beras dan tepung, tiada bahan bakar, orang-orang yang sakit pasrah saja karena obat-obatan di apotik-apotik amat langka. Orang-orang yang luka harus berjuang menahan sakit karena obat anti nyeri amat langka, dan masih kondisi hidup mati yang amat memprihatinkan yang andaikata bukan karena kelembutan Alloh dan rohmat-Nya pasti kami telah binasa karena lapar, belum lagi dahsyatnya mortir dan badai peluru rofidhoh. |
|
|
بسم الله الرحمن الرحيم Berikut kami tampilkan Audio (TeleLink) Imam Jarhu wa Ta’dil al-Allamah al-Walid Asy-Syaikh Robi’ bin Hadi al-Madkholiy -hafizhahulloh waro’ah- saat mengisi majelis di Markiz Ahlussunnah – Darul Hadits Dammaj, pada Malam Selasa – 16 Shafar 1433H. -semoga Alloh memberikan Hidayah dan Taufiqnya kepada kita- klik di sini . . atau di sini untuk terjemahan/transkip audionya ! |
|
|
Penyakit homoseks ini tidak hanya menimpa generasi-generasi di zaman Nabiullah Luth ‘Alaihis Salam tapi bahkan ia menimpa orang-orang yang ber“gaya” shalih di zaman sekarang ini, naudzubillah! Ia tidak hanya menimpa para “waria” tapi bahkan penyakit ini telah menulari para pemuda yang ber“mode” pencinta agama atau yang berlagak da’i yang sudah dipanggil sebgai seorang ustadz? ("nas-alulloha assalaamata wal 'a-fiyah") |
|
Soal:  Seandainya ada yang berkata: “Sesungguhnya yayasan-yayasan dakwah telah ada keharusan-keharusannya untuk membuatnya di zaman Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- dan di sana tidak ada penghalang untuk mendirikannya, maka mendirikan yayasan setelah wafatnya rosululloh adalah diantara perkara muhdats (bid’ah), apakah ucapan ini benar ? |
|
|
Ketika terjadi suatu perbincangan antara aku dan Syaikh–semoga Alloh menjaganya- melalui via telephone pada hari Sabtu malam Ahad, maka Asy-syaikh berbicara tentang perkara Yayasan, dan beliau–semoga Alloh menjaganya- menjelaskan padaku bahwa yang difatwakan oleh asy-syaikh adalah larangan yayasan secara mutlaq ..
|
|
 seandainya saya (yang memberantas syi’ah) saya tidak akan membakar mereka , karena Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam – bersabda janganlah kalian menyiksa dengan siksa Alloh (api) , saya akan membunuh mereka sebagaimana Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam – bersabda : barang siapa yang mengganti agamanya(murtad) maka bunuhlah dia. |
|
| |
Permata Salaf ..
|
Al-Hafizh An-Nawawi rahimahullahu berkata: “Yang pertama kali dimulai adalah menghafal Al-Qur’an yang mulia, di mana itu adalah ilmu yang terpenting di antara ilmu-ilmu yang ada. Adalah para salaf dahulu tidak mengajarkan ilmu-ilmu hadits dan fiqih kecuali kepada orang yang telah menghafal Al-Qur’an. Apabila telah menghafalnya, hendaklah waspada dari menyibukkan diri dengan ilmu hadits dan fiqih serta selain keduanya dengan kesibukan yang dapat menyebabkan lupa terhadap sesuatu dari Al-Qur’an tersebut, atau waspadalah dari hal-hal yang dapat menyeret pada kelalaian terhadapnya (Al-Qur’an).” (An-Nubadz fi Adabi Thalabil ‘Ilmi hal. 60-61) |
|
|